Muratara Sumsel, Indopubliknews.com
Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Surulangun Kecamatan Rawas ulu Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Memperingati Maulid nabi Muhammad Saw 12 rabiul awal 1448H, bertempat di lapangan SMPN Surulangun, pada Jumat 4 September 2026.
Seluruh Umat Islam di Indonesia akan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia, 1 Rabiul Awal 1448 H, Peringatan tersebut juga ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Maulid Nabi merupakan momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, sosok yang menjadi teladan bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan. Secara bahasa, istilah maulid atau maulud berasal dari bahasa Arab yang berkaitan dengan kelahiran. Dalam tradisi umat Islam, Maulid Nabi umumnya diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awal dengan berbagai kegiatan
Kepala sekolah SMP Surulangun Ahmad Dumyati, M.Pd, dalam pidatonya mengatakan, Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal pada Tahun Gajah di Kota Makkah. Tahun tersebut dikenal sebagai Tahun Gajah karena berkaitan dengan peristiwa pasukan bergajah yang dipimpin Abrahah yang datang untuk menyerang Ka’bah. Sejumlah sumber sejarah memperkirakan kelahiran Nabi Muhammad SAW terjadi sekitar tahun 570–571 Masehi.
Dalam perkembangannya, peringatan Maulid Nabi menjadi tradisi keagamaan yang dilakukan oleh masyarakat Muslim di berbagai wilayah dengan bentuk yang beragam. Salah satu catatan sejarah menyebutkan bahwa peringatan Maulid Nabi secara besar-besaran dilakukan oleh Sultan Muzhaffaruddin Al-Kaukabri, penguasa Irbil, pada awal abad ke-7 Hijriah. Tradisi tersebut kemudian berkembang di berbagai wilayah dengan corak dan budaya masing-masing.
“Lebih dari sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, Maulid Nabi memiliki makna penting sebagai momentum untuk meneladani akhlak, perjuangan, kepemimpinan, dan keteladanan Nabi Muhammad SAW. Nilai-nilai seperti kejujuran, amanah, kesabaran, kepedulian, kasih sayang, serta sikap menghargai sesama menjadi bagian penting yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat”, ujarnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meningkatkan kualitas akhlak dan perilaku. Semangat keteladanan Rasulullah dapat menjadi inspirasi untuk membangun pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, dan senantiasa memberikan manfaat bagi sesama.
Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H
“Mari meneladani akhlak Rasulullah SAW untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik, penuh kepedulian dan kebermanfaatan.”Pungkasnya. (A.Rahman).







