Muratara Sumsel, Indopubliknews.com
Warga menyampaikan adanya jalur alternatif dari Desa Pangkalan, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), menuju kawasan Singkut 5,Kecamatan Singkut Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, dengan jarak yang diperkirakan sekitar 12 kilometer.
Jalur tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai akses penghubung antardaerah apabila hasil peninjauan dan kajian teknis pemerintah menyatakan jalur tersebut layak untuk ditingkatkan.
Berdasarkan informasi masyarakat, jalur dari Desa Pangkalan menuju kawasan Trans Pangkalan sepanjang kurang lebih 6 kilometer sudah dapat dilalui kendaraan roda empat. Sementara dari kawasan Trans Pangkalan menuju Singkut 5 diperkirakan sekitar 6 kilometer dan saat ini lebih banyak dapat dilalui kendaraan roda dua.
Apabila seluruh jalur tersebut nantinya dapat ditembus dan ditingkatkan, masyarakat menilai waktu perjalanan menuju wilayah Singkut dan akses Jalan Lintas Sumatera dapat dipangkas secara signifikan.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Ulu Rawas, Karmo Susanto, M.Pd.,saat dihubungi awak media Indopubliknews.Melalui Whhat Shap pada Jumat(11/9/26) mengatakan, yang akrab disapa Carlos, mengatakan bahwa pihaknya sebelumnya memang pernah mendengar informasi mengenai jalur tersebut dari masyarakat.
Secara ringkas, kita memang pernah mendengar cerita dari warga tentang jalan tersebut. Kita yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jambi tentu melihat ini sebagai sebuah peluang. Kalau memang jalur ini bisa ditembus dan ditingkatkan, tentu sangat membantu masyarakat,” ujar Carlos.
Dengan akses yang lebih dekat, hasil pertanian masyarakat di wilayah Ulu Rawas dan sekitarnya diharapkan lebih mudah dibawa menuju pasar. Mobilitas masyarakat untuk kegiatan perdagangan, pendidikan, kesehatan maupun aktivitas sosial juga dapat menjadi lebih mudah.
Ini bukan hanya soal memangkas jarak dan waktu. Yang paling penting adalah membuka akses ekonomi masyarakat. Hasil pertanian lebih mudah keluar, masyarakat lebih mudah bergerak, dan hubungan ekonomi dengan masyarakat di wilayah tetangga juga semakin kuat, katanya.
Ia mengatakan, informasi mengenai jalur tersebut sebelumnya juga telah dibicarakan bersama unsur kepemudaan dan Camat Ulu Rawas, Darmawan.
Menurut Carlos, langkah awal yang penting adalah melakukan peninjauan dan kajian lapangan, termasuk memastikan jarak, kondisi medan, status kawasan atau lahan, kondisi jalan serta aspek teknis dan kewenangan pembangunan.
Ia berharap apabila hasil kajian menunjukkan jalur tersebut layak dikembangkan, Pemerintah Kabupaten Muratara dapat berkoordinasi dengan pemerintah daerah di Provinsi Jambi untuk melihat kemungkinan pembangunan atau peningkatan akses tersebut.
Kita tidak ingin mendahului pemerintah. Yang kita sampaikan adalah informasi dan aspirasi masyarakat. Kalau memang secara teknis memungkinkan dan layak, mari kita dorong bersama. Pemerintah Muratara dan pemerintah daerah tetangga bisa bersinergi melihat potensi jalan penghubung ini, tegasnya.
“Bagi masyarakat Ulu Rawas dan wilayah Muratara yang berada di sekitar perbatasan, jalur Pangkalan–Singkut diharapkan tidak hanya menjadi jalan alternatif, tetapi juga dapat menjadi pintu baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Jika nantinya terealisasi, akses tersebut berpotensi memperpendek waktu perjalanan, memperlancar distribusi hasil pertanian, membuka akses pasar yang lebih luas, serta memperkuat hubungan ekonomi masyarakat Muratara dengan masyarakat Provinsi Jambi.
“Kita tidak sedang meminta pemerintah membangun tanpa kajian. Kita sedang menyampaikan sebuah potensi yang perlu dilihat dan dikaji bersama. Kalau memang layak, semoga bisa menjadi jalan yang membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, pungkas Carllos”, pungkasnya.
(A.Rahman).







