Sarolangun Jambi, Indopubliknews.com
Kelangkaan gas LPG 3 kilogram di sejumlah wilayah Kabupaten Sarolangun terhitung dalam dua pekan terakhir, dikeluhkan masyarakat.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sarolangun memastikan akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar bahkan sejumlah pangkalan dan agen, serta menyurati PT Pertamina (Persero) guna meminta penambahan kuota pasokan.
Keluhan warga muncul akibat sulitnya memperoleh LPG subsidi 3 kg di tingkat pengecer. Kalaupun tersedia, harga jual disebut-sebut melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Hal itu disampaikan Sekda Kabupaten Sarolangun Ir. Muhammad Arief., RH. MUM, pada Jum’at, (13/2/2026) usai sidak di Pasar Atas Sarolangun yang dihadiri Wakapolres Sarolangun Kompol Aswindro Indriadi, Pabung Kodim 0420/Sarko Mayor CHK Dedy Afrizal, SH, mewakili Kajari Sarolangun, dan Kepala OPD terkait.
Sekda Kabupaten Sarolangun Ir. Muhammad Arief, kepada media Indopubliknews.com, ia mengatakan Kelangkaan LPG 3 kilogram dengan harga tinggi, pihaknya telah menyurati Pertamina bagian penyuplaian Gas Petro Nusa untuk menambah pasokan dan memperbaiki distribusi.
Ia menegaskan, sidak dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan sesuai aturan
dan tidak terjadi penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Mereka melakukan operasi pasar atau menambah suplaian kita. Ini sudah kita lakukan beberapa waktu lalu kalau tidak salah sudah 7 Kecamatan kita lakukan operasi pasar untuk Gas LPG. Kita turun, gas yang disuplai dari Pertamina dan terjual dengan harga tinggi”. Ucapnya.
“Kemarin saya juga sudah mendapat surat dari atas nama Gubernur diteken oleh Pak Sekda Provinsi agar pihak Pertamina ini untuk menambah suplaian gas untuk mengantisipasi kebutuhan yang cukup tinggi menyambut bulan Ramadhan dan idul Fitri, itu yang kita lakukan”. Timpalnya.
“Dan tadi juga Dinas Perindagkop sudah menyampaikan dalam waktu dekat tanggal 15 ini kita juga akan melakukan gerakan pasar murah termasuk operasi pasar Gas untuk memberikan gas terutama kepada masyarakat yang merupakan sasaran yang kita dapatkan informasi ada sebagian dari mereka yang tidak dapat, jadi kita nanti dalam operasi pasar itu benar hati-hati sehingga tidak ada yang membeli itu orang lain dan dibatasi, hanya satu yang berhak. Jadi tidak ada nanti yang tidak berhak mendapatkan gas murah, demikian”. Pungkasnya.
Pemkab Sarolangun berharap, dengan langkah sidak dan koordinasi bersama pihak Pertamina, kelangkaan LPG 3 kg dapat segera teratasi dan distribusi kembali normal dalam waktu dekat. (bas).







