Muratara Sumsel, Indopubliknews.com
Pemerintah Desa Sungai Jauh, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) sebagai bagian dari proses penyusunan rencana pembangunan dan penetapan skala prioritas tahun 2027.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Rawas Ulu Hazarika, SKM, Kepala Desa Sungai Jauh Taufik Sugianto, Pendamping Lokal Desa Boby Artanto, Kasi PMDK, Kasi PPDK, staf Forkopimcam, perangkat desa, BPD serta peserta Musrenbangdes dan unsur masyarakat,Senin(14/9/26).
Hasil Musdus Jadi Dasar Penyusunan Prioritas
Dalam pemaparan hasil Musdus, BPD menyampaikan sejumlah usulan dari masing-masing dusun yang dinilai menjadi kebutuhan masyarakat.
Kepala Desa Sungai Jauh, Taufik Sugianto, menegaskan bahwa proses perencanaan pembangunan harus dilakukan sejak jauh-jauh hari agar program yang dianggap penting oleh masyarakat dapat diperjuangkan pada tahun anggaran berikutnya.
Taufik juga menyampaikan bahwa sejumlah program tahun 2026 telah direalisasikan, di antaranya penataan dan rehabilitasi bagian depan kantor desa serta kegiatan normalisasi sungai.
Ia menekankan pentingnya keterbukaan dalam pelaksanaan pembangunan. Masyarakat maupun perangkat desa harus mengetahui program mana yang sudah terealisasi dan mana yang belum dapat dilaksanakan.
“Kalau tidak direncanakan dari sekarang, tentu bisa bergeser ke tahun berikutnya,” ujarnya dalam penyampaian kepada peserta musyawarah.
Untuk tahun 2027, Taufik berharap usulan yang telah disepakati dapat dikawal hingga tingkat pemerintah daerah maupun provinsi sehingga peluang realisasinya semakin besar.
“Silakan usulkan sebanyak mungkin. Nanti akan kita koordinasikan berdasarkan langkah-langkah dan ke mana bantuan tersebut bisa diajukan, baik melalui Dana Desa, CSR maupun aspirasi dari berbagai pihak,” jelas Boby.
Dorong Dukungan CSR untuk Kebutuhan Masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Kades Taufik juga menyampaikan upaya pemerintah desa menjalin dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), termasuk dari pihak perusahaan seperti PT Agro.
Ia menyebutkan, Desa Sungai Jauh sebelumnya telah menerima bantuan kendaraan roda tiga, sedangkan pada tahun ini mendapatkan bantuan sumur bor. Lokasi pembangunan sumur bor tersebut nantinya akan ditentukan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Pemerintah desa juga berencana kembali mengajukan sejumlah kebutuhan melalui program CSR pada 2027.
Camat Rawas Ulu Hazarika, dalam sambutannya,menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat juga meminta agar setiap program pembangunan maupun kegiatan desa terus dipantau dan dikoordinasikan dengan instansi terkait, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan sesuai ketentuan dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hazarika turut mengingatkan pentingnya ketepatan data dalam program bantuan sosial.
“Data penerima bantuan, termasuk pengelompokan kesejahteraan atau desil, dapat mengalami perubahan sesuai hasil pemutakhiran dan kriteria yang berlaku”, ucapnya.
Pembangunan Berbasis Kebutuhan Masyarakat
Rangkaian pembahasan dalam Musrenbangdes Sungai Jauh memperlihatkan bahwa kebutuhan masyarakat masih banyak berkaitan dengan infrastruktur dasar, seperti jalan, jembatan, normalisasi sungai, penerangan jalan, air bersih serta sarana lingkungan.
Hasil Musdus dari masing-masing dusun menjadi bahan utama dalam menentukan arah pembangunan Desa Sungai Jauh tahun 2027.
“Seluruh usulan selanjutnya akan disusun berdasarkan skala prioritas, kemampuan keuangan desa serta peluang dukungan dari Dana Desa, CSR, maupun sumber pembiayaan dan aspirasi lainnya.
Melalui Musrenbangdes ini, pemerintah desa berharap pembangunan ke depan semakin tepat sasaran, transparan dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di setiap dusun,” Pungkasnya.
Penulis: (A.Rahman)







