Somasi Menanti, Warga RT 11 Gunung Kembang “Warning” Pemkab Sarolangun Minta Jalan di Perbaiki

banner 468x60

Sarolangun Jambi, Indopubliknews.com

 

Setelah sekian lama belum pernah diperbaiki jalan di RT 11 Gunung Kembang. Akhirnya angkat bicara agar jalan di RT tersebut disentuh dan diperbaiki Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas PUPR Sarolangun.

Hal itu disampaikan Warga RT 11 Kelurahan Gunung Kembang Kabupaten Sarolangun Jambi, Andrian Ependi SH, pada Jum’at, 22/8/2025. Kepada media ini ia mengatakan bahwa jalan di RT 11 Gunung Kembang sudah bertahun-tahun belum pernah diperbaiki.

Andrian juga salut sama Bupati Sarolangun Hurmin dengan dianggarkan nya  Swakelola Rp 10 Miliar untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak pun drainase serta lainnya.

“Kami sangat salut lah sama Bupati Kabupaten Sarolangun H. Hurmin SE, karena ada dana Swakelola 10 Miliar, tapi kami mengharapkan RT 11 Kelurahan Gunung Kembang ini harusnya jalan ini diperbaiki karena sudah bertahun-tahun jalan ini belum ada perbaikan, sedangkan kami ini dalam Kota. Apakah kami ini anak tiri”. Ucapnya.

“Kami atas nama masyarakat disini mengharapkan kepada pemerintah Sarolangun tolong lah diperhatikan untuk jalan RT 11 Gunung Kembang ini, tapi kalau tidak, kami akan mengajukan somasi dan kami akan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Sarolangun karena ini merupakan untuk kepentingan masyarakat bukan untuk kepentingan pribadi kami, karena saya warga di RT 11 Gunung Kembang ini juga”. Ujar Andrian.

Sementara itu, warga lainnya sebut saja Hengky menambahkan bahwa jalan tersebut pernah diusulkan melalui Musrenbang beberapa tahun belakangan.

“Cuma alasan pihaknya itu bahwasanya tanah ini belum diserahkan untuk di beberapa jalan, untuk di beberapa perumahan kan ada dua perumahan disini. Cuman bagi saya hal itu agak keliru sebab perumahan khususnya Villa Halifah melalui developer itu sudah menyerahkan pengelolaan jalan kepada pemerintah”. Ucapnya.

“Jadi kalaupun alasan Pemerintah kedepannya bahwasanya, “oh status jalan nya belum jelas”, itu keliru. Disini ada jalan perumahan ada jalan TKR. Nah, jalan TKR ini sudah lama dibangun Pemerintah, akan tetapi perhatiannya sangat kurang sebab pernah di dua tahun belakangan kalau tidak salah itu adanya pengerjaan proyek pengerasan jalan, akan tetapi tindak lanjutnya sampai setelah pengerasan tidak ada, artinya setelah pasca pengerasan harus ada pengaspalan”. Sambung Hengky.

Senada Andrian dan Hengky didampingi Adriansyah SH mengatakan seperti di anak tiri kan.

“Kami merasa seperti di anak tiri kan. Seharusnya kami diperhatikan juga lah, kami ini kan masih di lingkungan Kota sama-sama warga masyarakat juga. Dan kedua kami juga minta kepada pemerintah melalui Dinas Perkim terkait lampu jalan, kita sudah menyampaikan ke Dinas terkait cuma perhatiannya sangat minim, apa bedanya dengan yang di tempat lain kesannya ada anak tiri ada anak kandung”. Ujar Hengky dan Andrian mengakhiri. (bas).

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *