Muratara Sumsel, Indopubliknews.com
Pemerintah daerah (Pemkab) Musi Rawas Utara dibawah kepemimpinan Bupati H. Devi Suhartoni, memberikan intensif kepada guru yang mengajar di daerah terpencil. Hasil seleksi dari daerah tempat guru bertugas termasuk tenaga kesehatan (Nakes).
Hal tersebut ditegaskan Bupati Musi Rawas Utara, H Devi Suhartoni, pada waktu sebelumnya dimana para guru dapat intensif karena mengajar di daerah terpencil sama seperti nakes khusus di daerah terpencil.
“Untuk Guru memang ada dapat tunjangan daerah terpencil dari pemerintah pusat. Namun tidak semua, bukan pemerintah pusat tidak mau kadang kala karena gambaran tidak utuh. Seperti contoh kelurahan Muara Kulam, para guru di Desa Sendawar dan Desa Batu Tulis ini terpencil yang tidak sama kelurahan kota”, ucapnya
“Terbayang namanya Kelurahan Kota bahwa semua ada. Kenyataannya daerah Kelurahan Kabupaten kita tidak sama dengan Kelurahan Kota,” jelas Bupati Musi Rawas Utara, H Devi Suhartoni menambahkan. Kamis (14/06/2026).
Karena hal tersebut, kata Devi Suhartoni. Pemerintah daerah yang tahu detail daerahnya. Daripada lama mengusulkan ke pemerintah pusat karena wakil pemerintah pusat. Sehingga, Pemkab Musi Rawas Utara tentu berkeadilan memberi yang belum dapat dari dana pemerintah pusat tersebut.
Sebagai tambahan apresiasi kepada para guru yang mengajar di daerah terpencil yakni sekolah dasar (SD) sebanyak 241 guru dan sekolah menengah pertama (SMP) sebanyak 117 guru.
“Kalau dihitung nilai tidak lah besar, hanya Rp250.000,- per bulan. Dibayar per tiga bulan, ini semua adalah apresiasi Pemkab Musi Rawas Utara atas ketulusan bapak ibu guru yang mengajar di daerah terpencil, mengingat ditengah efisien dan keterbatasan anggaran APBD Kabupaten”, ucapnya.
“Tetapi pendidikan adalah hal penting sekal. Bapak Ibu guru sangatlah berjasa dan penting buat Kabupaten Musi Rawas Utara maka adanya insentif,” ujar Bupati H. Devi Suhartoni.
Dia menambahkan Pemkab Musi Rawas Utara terus berbenah dalam tujuan mulia yaitu mencetak generasi kecil saat ini menjadi orang orang berpendidikan baik kedepannya, selaras dengan slogan Muratara Iluk.
“Insya Allah cair Yo (ya). Dem (sudah), jangan neman (terus) nanyo (nanya) awak (aku). Pasti awak pikirkan yang pacak (bisa) dibuat dan dipikir,” pungkasnya. (A Rahman).







