Pembangunan Pengamanan Sungai Di Rupit Muratara Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Aktivis Meminta Kejari Melakukan Pengecekan

banner 468x60

Muratara Sumsel, Indopubliknews.com

Fantastis. Pembangunan proyek pengamanan sungai Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Provinsi Sumatera Selatan, menelan anggaran Rp. 12 milyar.

Menariknya walaupun anggaran yang dikucurkan belasan milyar proyek tersebut terkesan diduga dikerjakan Asal-Asalan. Dugaan ini menguat setelah  dikerjakan material pengamanan sungai tersebut sudah banyak yang rusak.

Kerusakan itu menuai sorotan dari aktivis Muratara. Seperti diungkapkan seorang aktivis Muratara, Hikmi Wahyudi, diunggah di laman  grup FB Rupit Rawas Comunity, Sabtu (28/3/2026).

Disana Hikmi Wahyudi meminta Kejaksaan Negeri Lubuklinggau turun ke Kabupaten Musi Rawas Utara untuk mengecek pembangunan pengamanan sungai di Kelurahan Muara Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara.

“Kejaksaan Negeri Lubuklinggau harus turun ke Musi Rawas Utara untuk mengecek pembangunan pengamanan sungai,” pintanya.

Karena menurutnya pembangunan pengamanan sungai tersebut dikerjakan asal-asalan tanpa pertimbangan kontruksi yang kokoh.

“Pembangunan diduga tanpa pertimbangan kontruksi yang kokoh terkesan asal jadi,”ucapnya.

Masih katanya proyek yang dikerjakan dengan anggaran Rp. 12 milyar lebih yang dibidangi oleh BPBD Musi Rawas Utara dan dikerjakan oleh CV DJA asal Palembang sudah banyak yang hancur. (*).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *