ASN di Sarolangun Keluhkan Pelayanan Bank 9 Jambi, Ini Tanggapan Anggota DPRD Sarolangun

banner 468x60

Sarolangun Jambi, Indopubliknews.com

Sudah terhitung satu minggu layanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank 9 Jambi belum sepenuhnya normal. Kondisi ini dikeluhkan sejumlah nasabah, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sarolangun yang mengaku belum menerima gaji meski sudah tiga hari antre di bank.

Salah seorang ASN yang enggan disebutkan namanya mengatakan, gangguan tersebut sangat mengganggu aktivitas dan kebutuhan sehari-hari.

“Kami sudah tiga hari antre, sejak Jum’at maren. Dan hari ini ngambek nomor antrean lagi, hari Jum’at maren nomor antrean saya 194 dan hari ini ambil nomor antrean lagi nomor 161, entahlah kalau hari ini bisa ditarik pelayanan di Kantor masih tetap padat karena kita melalui telernya. Sementara ATM tidak berfungsi normal,” ujarnya.

Menurutnya, keterlambatan pencairan gaji membuat banyak ASN kesulitan memenuhi kewajiban, termasuk membayar cicilan dan kebutuhan rumah tangga.

Pantauan di lapangan, antrean nasabah terlihat memadati kantor cabang. Sejumlah nasabah memilih datang langsung ke teller karena transaksi melalui ATM dan layanan elektronik belum stabil.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Sarolangun Akmal dari Fraksi Demokrat yang juga selaku anggota Komisi ll DPRD turut memberikan komentar. Ia berharap manajemen Bank 9 Jambi segera menuntaskan persoalan yang disebut-sebut akibat gangguan sistem beberapa waktu lalu.

“Kita minta pihak bank serius dan cepat menyelesaikan gangguan ini. Jangan sampai kepercayaan masyarakat, khususnya ASN yang menjadi nasabah utama, terus menurun”. Tegasnya.

“Dengan problem yang ada Bank BPD 9 Jambi harus mengambil sikap segera. Ini antrian panjang yang orang menunggu beberapa hari. Bank BPD Jambi ini harus memberikan pelayanan prima. Kalau selama ini misalkan ada tiga orang pekerja teller nya supaya ditambah, apalagi ini bulan puasa yang sebentar lagi sudah menghadapi lebaran dan yang pastinya kebutuhan banyak. Kita berharap ini juga menjadi perhatian Pemerintah karena pegawai di Sarolangun ini bisa mencapai 10 000 orang”. Ujar Akmal.

Ia juga meminta manajemen bank transparan menyampaikan penyebab gangguan serta estimasi waktu pemulihan layanan secara menyeluruh, agar nasabah tidak terus bertanya-tanya.

Sementara itu, Riki Angriwan anggota DPRD dari PKB mengatakan agar pemerintah daerah Kabupaten Sarolangun agar berkordinasi dengan pihak bank 9 Jambi nasabah tidak antrian panjang.

“Kami sebagai mitra dari Bank BPD 9 Jamb, kami berharap pemerintah Kabupaten Sarolangun bisa mengambil sikap dan berkomunikasi dengan bank 9 Jambi untuk pengambilan gaji ASN hari ini.  Untuk saat ini dikembalikan secara manual, jadi bisa melalui OPD masing-masing. Sehingga tidak antrian panjan”. Ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak manajemen terkait kapan layanan ATM dan sistem transaksi akan kembali normal sepenuhnya. Masyarakat berharap permasalahan tersebut segera dituntaskan mengingat perputaran ekonomi daerah turut bergantung pada kelancaran layanan perbankan. Senin, 2/3/26. (red).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *