Kuamang Kuning Bungo Jambi, Indopubliknews.com
BERSIH adalah satu kata pendek yang semua orang tau arti dan ingin selalu bersamanya. Rumah Sakit adalah suatu tempat dimana banyak orang berharap akan mendapatkan kesehatan hidup yang di inginkan , oleh karena itu di dalam dan lingkungan RUMAH SAKIT harus BERSIH dari segala macam benda yang dapat membuat lingkungan rumah sakit KOTOR dan TERCEMAR.
SAMPAH dan KOTORAN adalah benda yang sangat di jaga keberadaan nya dalam lingkungan RUMAH SAKIT hal itu karena SAMPAH adalah SUMBER BAKTERI yang bisa menimbulkan berbagai PENYAKIT baik itu sampah basah atau sampah kering.
RUMAH SAKIT PEMDA Type D di bangun dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang memadai bagi Masyarakat KlUAMANG KUNING yang berharap mendapatkan kenyamanan ketika sedang menjalani proses penyembuhan dari berbagai PENYAKIT yang mereka alami dan oleh karena itu LINGKUNGAN RUMAH SAKIT harus bersih dari SAMPAH yang mengandung banyak KUMAN dan bisa menarik LALAT sebagai PEMBAWA BAKTERI yang berkeliaran di TEMPAT SAMPAH , yang berada dalam lingkungan Rumah Sakit , akibat adanya penumpukan sampah di lingkungan Rumah Sakit (RS) PEMDA BUNGO Type(D) adalah korban dari lambat nya penanganan dan pembiaran pembuangan sampah oleh CAMAT PELEPAT ILIR dan DINAS LH & KEBERSIHAN KAB BUNGO yang tidak tanggap atas penumpukan SAMPAH di Lingkungan RUMAH SAKIT.
Seharusnya Dinas Lingkungan Hidup (LH) dan Kebersihan Kabupaten Bungo memiliki sekala perioritas dalam mengantisipasi penumpukan sampah , kekurangan armada angkutan sampah jangan menjadi alasan pembenar atas penumpukan sampah di atas jalan raya di lingkungan Rumah Sakit.
WAKIL BUPATI Bungo TRI WAHYU HIDAYAT yang notabene berasal dari Kuamang Kuning seharusnya tanggap atas persoalan sampah yang meresahkan ini. Pantauan Media INDOPUBLIK NEWS di lokasi pembuangan sampah memang menemukan tumpukan sampah basah dan kering dengan BAU BUSUK yang menyengat , apalagi saat kami berada di lokasi sedang ada pembakaran sampah yang menghasilkan banyak asap yang bertebaran mengikuti arah angin.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten BUNGO dr. H. SAFARUDDIN MATONDANG. M. PH seharusnya tanggap dengan persoalan ini dan ikut berusaha mengatasi persoalan sampah ini, apalagi rumah sakit ini di bangun pada saat Kabupaten Bungo di Pimpin oleh BUPATI H. MASHURI. S.P, M.E, dr. Safaruddin juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Bungo di mana perencanaan pembangunan RS PEMDA tahun 2019 ini menghabiskan dana mencapai Rp 1. 779.552.899,659 menjadi tanggung jawab dr. H. Safaruddin sebagai kepala dinas kesehatan.
Kalau pembangunan RS Pemda ini lokasinya berada di lokasi TPA ini bererti ada kajian yang salah dan itu menjadi Tanggung Jawab Kepala Dinas Kesehatan dan benarkah Pembangunan RUMAH SAKIT ini untuk memenuhi kebutuhan sarana kesehatan bagi Masyarakat Kuamang Kuning atau hanya agar proyek berjalan dan mendapat Fee dari kontraktor.
Tahun 2026 Dinas Kesehatan Bungo dengan dana APBD TA 2026 kembali melanjutkan pembangunan Gedung Poliklinik , Management dan Gedung Penunjang RS PEMDA di Kuamang Kuning yang menghabiskan Rp 5.190.918.142,41. dari pagu anggaran Rp. 5.466.590.000,00. yang akan di kerjakan oleh CV. DEHA PRIMA ENGGINEERING yang beralamat di Jl. Ibrahim Samsir Kab Bungo Jambi.
Dinas Kesehatan Bungo di bawah Pimpinan dr. H. Safaruddin Matondang M.PH terkait rumah sakit ini seharusnya tidak hanya berpikir soal pengembangan pasilitas dan sarana yang bersipat pisik yaitu bangunan tapi bagaimana dengan SDM yang menjadi kebutuhan.utama bagi suatu RUMAH SAKIT bagaiman Rumah Sakit ini akan tumbuh dan berkembangan bila tidak memiliki TENAGA MEDIS yang memadai untuk memberikan PELAYANAN MEDIS yang MAKSIMAL bagi setiap orang yang berobat di rumah sakit MiLIK PEMDA BUNGO ini.
Selain itu keberadaan RUMAH SAKIT yang terlalu dekat dengan TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH seharusnya mendapat PERHATIAN SERIUS dari DINAS KESEHATAN, DINAS KEBERSIHAN & Lingkungan Hidup dan KHUSUS nya WAKIL BUPATI Bungo TRI WAHYU HIDAYAT yang notabene ada ORANG KUAMANG KUNING.
Untuk di ketahui ketika MEDIA INDOPUBLIK NEWS mengunjungi lokasi pembuangan sampah ini selain menemukan sampah basah yang baunya menyengat kami juga menemukah SAMPAH B3 (Beracun)berupah botol obat dan lain sebagainya dari Limbah RUMAH SAKIT dan ketika hal ini di sampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan dia menyerahkan persoalan ini kepada Direktur RS Pemda Kuamang Kuning yaitu dr. RONI yang ketika di hubungi via Telp mengatakan tidak mengetahui soal itu dan mengatakan limbah B3 itu bukan dari Rumah Sakit yang dia pimpin , padahal orang bodoh saja bisa menilai limbah itu tidak mungkin dari Puskesmas atau rumah sakit lain yang jaraknya sangat jauh dari lokasi TPA sampah.
Terkait persoalan ini kami menilai Kepala Dinas Kesehatan Bungo adalah orang yang harud bertanggung Jawab dalam hal ini sebab anggaran biaya pemusnahan Limbah B3 dari semua rumah sakit di Kab Bungo pengelolaannya ada di DINAS KESEHATAN , apakah RUMAH SAKIT ini posisi nya akan tetap berada di lingkungan TEMPAT SAMPAH atau akan berubah semua kita serahkan kepada PEMDA BUNGO melalui DINAS dan INSTANSI Terkait. (Iwan F).







