Sarolangun Jambi, Indopubliknews.com
Perkembangan pondok pesantren Ihya As-sunnah dibawah kepemimpinan Asrofi S. Pd.i yang berada di Desa Payo Lebar RT 3 Dusun 1 Kecamatan Singkut Kabupaten Sarolangun terus meningkat.
Tidak hanya terbatas pada fungsi administratif, tetapi juga mencakup kemampuan memimpin, menginspirasi, dan mengelola sumber daya agar visi dan misi Peningkatan kualitas pendidikan di Pondok Pesantren yang dipimpin nya terus mengalami perkembangan pesat. Berorientasi pada peningkatan kualitas pengajaran dan hasil pembelajaran yang maksimal.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Ihya As-sunnah Aasrofi S. Pd.i saat disambangi awak media di ruang kerjanya pada Senin 26/1/2026 mengatakan, sejak mengawali kepempimpinan nya cukup baik yang dimulai dari membentuk kepercayaan masyarakat dan wali santri.
“Alhamdulillah perkembangan pondok Ihya As-sunnah cukup baik, ya. Jadi diawal kepemimpinan saya itu kita mulai membentuk kepercayaan atau teras masyarakat, wali santri nampak nya bisa dititipkan di pondok kita. Tentu kita lakukan pembenahan-pembenahan dari sisi management pelayanan, sisi makanan, kebersihan dan dari semua hal termasuk sumber daya manusia nya kita upgrade. Ini yang kita lakukan selama ini”. Ucapnya.
*Dan Alhamdulillah dari upgrade tinggi yang kita lakukan kepada pengajarnya, fasilitas pengajar, lokal kita standar kan dan asrama tidur kita standarisasi kan juga, lokal belajar cukup baik, disiplin kita tingkatkan secara perlahan-lahan setiap tahunnya meningkat jumlah santri. Kemudian juga transportasi kepada donatur yang memberikan bantuan kepada kita juga kita sampaikan kepada mereka, ini adalah bentuk kepercayaan kepada mereka”. Timpalnya.
Asrofi menyebutkan, selain santri mendapatkan pendidikan belajar mengajar juga ada kegiatan-kegiatan lain seperti bentuk olahraga, gerak jalan dan wisata.
“Semua itu kita lakukan agar mereka (santri) kita tidak jenuh karena memang ada bis pondok kita juga yang bawa”. Ujarnya.
Pondok pesantren yang dia pimpin bukan hanya mengandalkan tenaga pengajar lokal tetapi seluruh juga tenaga luar. Jika tenaga pengajar lokal tidak mampu dalam bidang yang diajarkan.
“Tenaga pengajar kita sudah cukup, baik dari lokal maupun dari luar yang kita rekrut karena tidak semua bisa diisi oleh tenaga lokal. Kekurangan seperti ini kita ambil dari luar artinya tidak tercover oleh tenaga lokal dan Alhamdulillah santri kita puas tidak ada yang merasa mengeluh”. Katanya.
Dikatakannya bahwa Santri di Pondok Pesantren Ihya As-sunnah ini bukan hanya berasal dari Kabupaten Sarolangun sendiri melainkan juga dari luar Kabupaten.
“Bukan hanya orang dari Kabupaten kita tetapi seluruh wilayah Sumatera Seperti Palembang Bengkulu dan juga ada dari Maluku”. Ucapnya.
Sementara lulusan santri dari pondok pesantren ini, Asrofi mengatakan sudah 6000 an mereka belajar mengajar di pagi hari sampai zhuhur dan masuk lagi sampai Ashar, sudah Ashar bisa main bola kaki (olahraga) lah dan malam hari nya mengaji. Dan untuk aat ini jumlah santri mulai dari TK sampai SMA dan SMK sudah mencapai 500 lebih santri.
“Saat ini 500 orang lebih santri kita, dan jika Allah berkenan dan atas dukungan Pemerintah dan semua pihak, ada niat (wacana) untuk membangun perguruan tinggi disini”. Imbuhnya.
“Harapan saya kepada tenaga pengajar teruslah berjuang seprofesional-profesionalnya sebaik-baiknya, dedikasikan diri anda kepada pendidikan agama ini demi kehidupan anak-anak ini tentunya untuk bangsa dan negara”. Ucapnya.
“Dan kepada orang tua santri berikan suport dan semangat kepada anak-anaknya, jadi bukan hanya sepenuhnya menyerahkan kepada pondok maupun guru saja tetapi orang tua juga memiliki beban dan tanggungjawab yang sama. Jadi orang tua dirumah guru di sekolah sama-sama lah saling bersinergi untuk pendidikan anaknya sesuai dengan Visi pondok ini membangun anak-anak mulia berahlakul Karimah, budi pekerti yang luhur memiliki bacaan Al-Quran yang baik kemudian agama yang baik juga”. Pungkasnya. (bas).







