Muratara Sumsel, Indopubliknews.com
Dunia pendidikan di Kabupaten Musi Rawas Utara. (Muratara) Provinsi Sumatera Selatan, kembali menjadi sorotan publik. Kepala SDN Aringin, inisial ED diduga jarang masuk sekolah dan tidak menjalankan kewajiban sebagaimana mestinya sebagai pimpinan di lingkungan pendidikan.
Informasi yang dihimpun dari salah satu oknum guru yang enggan disebutkan namanya, saat di bincang i awak media pada Jumat (22/5/26) pkl:10.12. wib, menyebutkan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut kerap terkendala minimnya fasilitas alat tulis. Bahkan, siswa-siswi disebut sering membeli spidol sendiri agar proses belajar mengajar tetap berjalan di dalam kelas.
“Kadang alat tulis tidak tersedia, jadi siswa terpaksa beli spidol sendiri supaya tetap bisa belajar,” ujar sumber tersebut.
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan masyarakat, mengingat fasilitas penunjang belajar merupakan kebutuhan dasar yang seharusnya dipenuhi pihak sekolah demi terciptanya proses belajar mengajar untuk mencapai kualitas pendidikan.
Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan kedisiplinan kepala sekolah yang diduga jarang berada di sekolah saat jam kerja. Dugaan tersebut kini menjadi perhatian sejumlah pihak yang berharap adanya evaluasi dari instansi terkait tepatnya Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara.
Diketahui, Kepala SDN Aringin tersebut merupakan suami dari Kepala Desa Aringin yang saat ini masih aktif menjabat untuk periode 2024–2029.
Masyarakat berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas Utara dapat segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan dan klarifikasi secara transparan terhadap kondisi di sekolah tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan tersebut. (*).







