Sarolangun Jambi, Indopubliknews.com
Di tengah perhatian publik terhadap maraknya dugaan pelecehan dan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sarolangun, suara kepedulian kembali datang dari kalangan perempuan.
Maria Susanti, yang saat ini menjabat sebagai Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sarolangun, menyerukan agar perlindungan terhadap perempuan dan anak menjadi kepedulian bersama.
Menurut Maria, persoalan pelecehan dan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir harus menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat.
Terlebih, menurutnya, kasus-kasus tersebut dapat terjadi di berbagai lingkungan, termasuk lingkungan yang semestinya memberikan rasa aman dan perlindungan.
“Karena itu, kepada para pemimpin perempuan, tokoh perempuan, organisasi perempuan, serta seluruh perempuan di Kabupaten Sarolangun, mari kita bersama-sama menyuarakan perlindungan terhadap perempuan dan anak,” ujar Maria kepada media ini, Selasa (29/9/2026).
Ia mengajak masyarakat untuk tidak tinggal diam ketika melihat ketidakadilan maupun mengetahui adanya korban yang membutuhkan dukungan.
“Jangan diam ketika melihat ketidakadilan. Jangan takut bersuara ketika ada yang menjadi korban. Jangan pula membiarkan korban merasa sendirian,” tegasnya.
Maria menekankan bahwa upaya perlindungan bukan semata-mata tentang mencari siapa yang paling salah, melainkan bagaimana menciptakan lingkungan yang aman, mendorong keberanian untuk melapor, memberikan perlindungan kepada korban, serta memastikan setiap proses hukum berjalan sebagaimana mestinya.
“Kita tidak sedang mencari siapa yang paling salah, tetapi kita harus bersama-sama membangun lingkungan yang aman, berani melapor, melindungi korban, dan memastikan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya,” katanya.
Pesan untuk Para Ibu
Maria juga memberikan perhatian khusus kepada para ibu agar sejak dini mengajarkan anak-anak mengenai batasan tubuh dan keberanian untuk menyampaikan sesuatu yang membuat mereka merasa tidak nyaman.
“Kepada para ibu, mari ajarkan anak-anak kita untuk mengenali batas tubuh, berani berkata tidak, dan berani bercerita ketika mengalami sesuatu yang membuat mereka tidak nyaman,” ujarnya.
Menurut Maria, keberanian untuk berbicara dan kepedulian lingkungan sekitar memiliki arti penting dalam mencegah korban merasa menghadapi persoalan seorang diri.
“Kepada seluruh perempuan: suara kita penting. Kepedulian kita penting. Keberanian kita dapat menyelamatkan perempuan dan anak lainnya,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh perempuan di Kabupaten Sarolangun menjadikan perlindungan perempuan dan anak sebagai gerakan bersama.
“Perempuan bersuara bukan untuk menyalahkan, tetapi untuk melindungi,” ucapnya.
“Perempuan bergerak bukan untuk mencari perhatian, tetapi untuk memastikan tidak ada lagi korban yang merasa sendirian,” sambung Maria.
Menutup pernyataannya, Maria mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dan anak.
“Lindungi perempuan. Lindungi anak. Hentikan kekerasan. Ini tugas kita bersama,” pungkasnya. (red).







