Sarolangun Jambi, Indopubliknews.com
Situasi pasca insiden yang melibatkan personel Yonif TP 896/Serumpun Pseko di wilayah Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, memasuki babak serius.
Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah memberikan ultimatum tegas kepada 20 orang yang diduga terlibat dalam aksi pemukulan terhadap personel TNI yang tengah melaksanakan tugas pengamanan.
Ultimatum tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi Forkopimda Kabupaten Sarolangun bersama para Temenggung Suku Anak Dalam (SAD) di Kantor Desa Bukit Suban, Sabtu (29/8/2026) malam.
Dari hasil pendalaman awal kepolisian, terdapat 20 orang yang diduga terlibat, terdiri dari 19 warga SAD dan satu orang non-SAD.
Kapolres meminta para Temenggung membantu menghadirkan seluruh pihak yang diduga terlibat agar kooperatif dan menyerahkan diri kepada pihak berwenang dalam waktu 1×24 jam.
“Terhadap pihak yang tidak kooperatif, Kepolisian akan melakukan upaya pencarian dan penegakan hukum sesuai prosedur yang berlaku,” tegas AKBP Wendi Oktariansyah.
Berawal dari Dugaan Pencurian TBS
Kapolres menjelaskan, persoalan tersebut bermula dari dugaan pencurian Tandan Buah Segar (TBS) yang kemudian berkembang menjadi insiden terhadap personel Yonif TP 896/Serumpun Pseko yang sedang menjalankan tugas.
Persoalan tersebut kemudian menjadi perhatian serius aparat keamanan karena menyangkut keselamatan personel TNI serta situasi keamanan di wilayah Desa Bukit Suban.
Dalam rapat tersebut, kepolisian menegaskan bahwa proses penyelesaian akan dilakukan melalui mekanisme hukum dan tidak boleh berkembang menjadi aksi balasan ataupun konflik terbuka antar kelompok.
Polisi Dalami Peran Non-SAD dan Dugaan Penadah
Tak hanya mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat dalam insiden pemukulan, Satreskrim Polres Sarolangun juga masih melakukan pendalaman terhadap kemungkinan adanya pihak lain yang berperan dalam rangkaian persoalan tersebut.
Termasuk dugaan keterlibatan pihak non-SAD serta pihak yang diduga berperan sebagai penadah TBS.
Kepolisian memastikan seluruh pihak yang nantinya ditemukan memiliki keterkaitan akan diproses berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.
Temenggung Diminta Aktif Cegah Konflik
Kapolres juga meminta para Temenggung tidak hanya membantu menghadirkan pihak yang diduga terlibat, tetapi turut meningkatkan pembinaan terhadap anggota kelompoknya.
Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan serupa tidak kembali terjadi dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Rapat koordinasi itu dihadiri Wakil Bupati Sarolangun Geri Trisatwika, Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, Danbrigif TP 35/Siginjai Kolonel Inf Sutaji, Dandim 0420/Sarko Letkol Inf Yakhya Wisnu Arianto, Danyon TP 896/Serumpun Pseko Letkol Inf Mansyur Her Alam, unsur Forkopimda, pihak PT SAL, para Temenggung serta tokoh SAD.
Seluruh pihak sepakat mengedepankan koordinasi dan komunikasi, sekaligus memastikan penegakan hukum tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Para Temenggung juga menyatakan kesiapan membantu proses penyelesaian, melakukan pembinaan terhadap anggota kelompok masing-masing serta menyampaikan hasil rapat kepada komunitas SAD.
Aparat keamanan pun mengingatkan seluruh pihak agar tidak melakukan aksi balasan, provokasi ataupun tindakan yang berpotensi memicu konflik lanjutan.
Rapat berakhir sekitar pukul 22.15 WIB dan dilanjutkan dengan pembuatan video testimoni oleh para Temenggung.
Hingga rangkaian kegiatan berakhir, situasi di wilayah Desa Bukit Suban dilaporkan aman dan kondusif. (red).







