Warga Muratara Soroti Antrean Panjang Solar Subsidi di SPBU Sungai Jauh, Harga Diduga Tembus Rp16 Ribu per Liter

banner 468x60

Muratara Sumsel, Indopubliknews.com

Keluhan masyarakat terkait panjangnya antrean solar subsidi di SPBU Sungai Jauh, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), semakin memanas. Selain harus mengantre hingga sehari semalam, warga juga menyoroti dugaan harga solar subsidi yang mencapai Rp16.000 per liter di lapangan, jauh di atas harga resmi yang telah ditetapkan pemerintah.

Saat dibincangi awak media pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan Biosolar subsidi di SPBU. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat terpaksa membeli solar dari pihak lain dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Berdasarkan ketentuan yang berlaku, harga Biosolar subsidi yang ditetapkan PT Pertamina (Persero) untuk wilayah Sumatera Selatan sebesar Rp6.800 per liter. Namun, warga mengaku di lapangan solar subsidi diduga diperjualbelikan kembali hingga mencapai Rp16.000 per liter.

Sejumlah sopir truk dan pengguna kendaraan angkutan barang menilai kondisi tersebut sangat memberatkan karena berdampak langsung pada meningkatnya biaya operasional kendaraan.

“Kami harus antre berjam-jam bahkan sampai sehari semalam. Kalau tidak dapat di SPBU, terpaksa beli di luar dengan harga yang jauh lebih mahal. Ada yang menjual sampai Rp16 ribu per liter,” ujar salah seorang sopir.

Pantauan warga menunjukkan antrean kendaraan mengular hampir setiap hari di area SPBU Sungai Jauh. Puluhan kendaraan tampak menunggu giliran pengisian BBM, bahkan sebagian parkir di sepanjang bahu Jalan Lintas Nasional.

Masyarakat menduga antrean panjang tersebut dipicu oleh adanya kendaraan yang melakukan pengisian berulang kali, serta dugaan praktik penimbunan dan penjualan kembali solar subsidi dengan harga yang lebih tinggi.

Jika dugaan tersebut terbukti benar, maka praktik tersebut berpotensi merugikan negara dan masyarakat. Pasalnya, BBM subsidi sejatinya diperuntukkan bagi sektor dan kelompok masyarakat yang berhak menerima manfaat subsidi pemerintah.

Warga mendesak pihak kepolisian, Pemerintah Kabupaten Muratara, Pertamina, serta instansi terkait untuk segera melakukan pengawasan dan penertiban guna memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan.

“Kami berharap ada pemeriksaan terhadap kendaraan yang antre dan pengawasan yang lebih ketat. Jangan sampai solar subsidi yang seharusnya untuk masyarakat malah dimanfaatkan oleh oknum untuk mencari keuntungan pribadi,” kata seorang warga.

Sebagai informasi, harga BBM yang berlaku di wilayah Sumatera Selatan saat ini antara lain Pertalite Rp10.000 per liter, Biosolar subsidi Rp6.800 per liter, Pertamax Rp12.600 per liter, Pertamax Turbo Rp21.200 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.

Perbedaan yang sangat mencolok antara harga resmi Biosolar subsidi dengan harga yang diduga beredar di lapangan menjadi perhatian serius masyarakat. Mereka berharap aparat penegak hukum dan pihak terkait segera melakukan investigasi guna memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk meraup keuntungan pribadi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU Sungai Jauh maupun pihak Pertamina terkait keluhan masyarakat mengenai antrean panjang dan dugaan tingginya harga solar subsidi di lapangan. (Tim).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *