Muratara Sumsel, Indopubliknews.com
Setelah enam hari pencarian intensif, korban anak berusia 11 tahun yang hanyut terbawa arus Sungai Rawas di Desa Sungai Baung, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara, Provinsi Sumatera Selatan, akhirnya ditemukan pada Rabu (22/04/2026).
Korban diketahui bernama Januarsyah bin Syahril Yamin, yang sebelumnya dilaporkan tenggelam dan hanyut pada Kamis (16/04/2026).
Jenazah korban ditemukan di wilayah Desa Lesung Batu oleh seorang warga yang sedang Buang Air Besar(BAB),di sungai rawas dalam kondisi telungkup dan masih utuh,kemudian warga tersebut mengkonfirmasi kepada warga lainnya untuk antisipasi dan turun langsung bersama warga lainnya,setelah di kroscek dan didatangi, ternyata benar dan warga langsung mengevakuasi ke masjid desa lesung batu, dan warga lainnya mengabarkan ke pemerintah desa sungai baung,serta keluarga korban.
Kemudian proses evakuasi korban tersebut di ketuai langsung oleh Kepala Desa Lesung batu Sobri MZ,bersama Warga,jenazah sementara dibawah ke masjid,kemudian di persiapkan untuk dievakuasi langsung ke rumah keluarga,yang berada di dusun 1 Desa Sungai Baung.
Kepala Desa Sungai Baung,Abdul Hallik,S.IP, saat dikonfirmasi membenarkan kabar tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban yang selama ini dicari telah berhasil ditemukan setelah upaya pencarian yang melibatkan banyak pihak.
“Atas nama pemerintah desa dan mewakili pihak keluarga, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat serta semua pihak yang telah berpartisipasi dalam proses pencarian ananda Arsya,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kerja sama berbagai unsur yang terlibat, mulai dari pemerintah desa se-Kecamatan Rawas Ulu dan Ulu Rawas, aparat TNI/Polri, pihak kecamatan, hingga masyarakat yang turut turun langsung ke lapangan.
“Tanpa dedikasi dan kebersamaan semua pihak, proses pencarian ini tidak akan berjalan dengan baik. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan solidaritas yang ditunjukkan,” tambahnya.
Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat setempat. Pemerintah desa mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di sekitar aliran sungai guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang, (A.Rahman).







