Terkait Moralitas, BUPATI TEBO Diminta Perintahkan Kadis Pendidikan Copot LS Sebagai PLT Kepsek SMPN di Kabupaten Tebo

banner 468x60

Tebo Jambi, Indopubliknews.com

KATA MORAL adalah satu kata pendek yang mengandung arti luas dan sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari, baik itu untuk seorang Pejabat Tinggi, Kepala Daerah, Kepala Dinas, Kepala Badan, Camat, Lurah, Kepala Sekolah dan Jabatan lain.

Sekolah adalah tempat dimana banyak anak di didik dan di ajarkan berbagai ilmu pengetahuan agar memiliki INTEGRITAS dan MORALITAS yang baik , walau belakangan ini kita semua bisa melihat banyak anak didik yang tidak memiliki integritas moral yang baik sebagai seorang pelajar, baik ketika ia berada di lingkungan sekolah maupun ketika sudah berada di lingkungan masyarakat dan keluarga, semua ini terjadi karena sistem pendidikan kita saat ini lebih mengedepankan kemampuan belajar dengan mengabaikan Integritas dan Moralitas anak , semua ini terjadi karena  guru hanya bertugas sebagai pengajar dan bukan sebagai pendidik.

Pengangkatan guru menjadi Kepala sekolah cenderung hanya melihat kemampuan akademik tetapi melupakan INTEGRITAS dan MORALITAS padahal Kepala sekolah adalah seorang Pimpinan yang harus menjadi contoh dan teladan yang baik bagi para guru dan murid yang dia pimpin.

Atas dasar itulah kami dari Media INDOPUBLIKNEWS.COM menyoroti salah seorang calon kepala sekolah SMP dengan inisial LS yang saat ini menjabat sebagai PLT Kepsek di salah satu SMP Negeri di Tebo, karena pada Tanggal 3 Mei 2023 ada laporan Polisi Nomor STTP/130/2023/SPKT/RES BUNGO. Terkait Tragedi Hotel Marsya yang melibatkan LS dengan AH oleh suaminya WS.

Ketua LSM LIMA saudara M.Amin ketika di kompirmasi oleh IndopublikNews.com, dengan tegas mengatakan bahwa dia benar mengetahui dengan jelas peristiwa hotel Marsya Bungo karena di ajak oleh suaminya LS yaitu WS untuk menggerebek istrinya yang berdasarkan informasi malam itu sedang berada di hotel Marsya bersama AH.

Pada saat di gerebek memang tidak menemukan LS sedang bersama  di dalam kamar namun benar LS keluar dari kamar 05 yang di boking atas nama AH dengan bukti ada tempat tidur yang seprainya berantakan dan satu kantong asoi Tissue yang habis di gunakan untuk mengelap noda yang masih basah dan saya juga sempat memotho Tissue dan tempat tidur yang habis di gunakan tapi karena sudah lama photo sudah saya buang.

Sementara itu mantan suami LS yaitu WS ketika di konfirmasi menjawab No Coment.    Akibat dari peristiwa Tragedi Hotel Marsya rumah tangga mereka berantakan dan bercerai. Dari berita ini kita semua tentunya  bertanya apakah pantas seorang guru yang notabene adalah seorang pendidik yang mengerti agama dengan status istri yang sah secara hukum berduaan dengan laki laki lain malam hari di dalam sebuah kamar hotel.

Sekarang mari kita bertanya kepada Kabid GTK FIRDAUS, Kepala Dinas Pendidikan HARIADI dan BUPATI Tebo AGUS RUBIYANTO Pantaskah orang seperti ini menduduki jabatan sebagai PLT Kepsek salah satu SMP Negeri di Kabupaten Tebo, dan informasi yang kami dapat bahwa atas dasar Rekomendasi Kabid GTK dan Kadis dia akan menduduki Jabatan Definitif sebagai Kepsek (Kepala Sekolah) SMP Negeri di Kabupaten Tebo.

Untuk menjaga INTEGRITAS MORAL tetap terjaga di lingkungan sekolah kami dari Media IndopublikNews.Com meminta Kadis Pendidikan Tebo untuk mencopot LS sebagai PLT Kepsek SMP Negeri dan membatalkan LS sebagai Calon Kepsek SMP yang akan di lantik oleh BUPATI Tebo, dan bila Dinas Pendidikan Tebo di bawah Pimpinan HARIADI tetap mempertahankan nya sekarang atau sampai di lantik, maka saya menjamin gelombang aksi demo KOLOR dan BH Jilid 2 akan terjadi kembali di KABUPATEN TEBO. (Team).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *