Sarolangun Jambi, Indopubliknews.com
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Sarolangun akan mengawal dan telusuri sumber pengembalian uang rakyat sebesar Rp.1,7 Miliar.
Hal itu disampaikan Ketua DPRD Sarolangun Ahmad Jani kepada para awak media belum lama ini. Ia mengatakan, DPRD Kabupaten Sarolangun selalu berkomitmen berdiri di atas kepentingan masyarakat, termasuk dalam hal mengawal transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah.
Terkait 13 paket proyek Dinas PUPR Sarolangun Tahun Anggaran 2019 yang dinyatakan bermasalah oleh BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi yang mencatat potensi kerugian negara sebesar Rp 9.856.369.600.
Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Tahun 2020 dan surat BPK tertanggal 21 Juli 2021, hingga 2021 pengembalian baru terealisasi sekitar Rp1, 6 miliar.
Lalu pada 26 Maret 2025, Kejaksaan Negeri Sarolangun mempublikasikan pengembalian lanjutan sekitar Rp 1,7 miliar terkait proyek Jembatan Sungai Batang Paku. Namun, fakta pengembalian tersebut tidak tercantum dalam surat Kejaksaan Tinggi Jambi tertanggal 7 November 2023, sehingga menimbulkan pertanyaan publik terkait kejelasan sumber dan akuntabilitas pengembalian dana tersebut.
Menyikapi hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Sarolangun, Ahmad Jani menyampaikan, jawaban resmi DPRD secara tegas dan terbuka.
“Nanti akan dikonfirmasikan ke Ketua Komisi III terkait laporan tersebut, kami DPRD Kabupaten Sarolangun akan menggunakan mekanisme resmi kelembagaan untuk membuka persoalan ini secara transparan”. Ucapnya.
“Kami DPRD kabupaten Sarolangun akan memanggil dan meminta keterangan kepada pihak-pihak termasuk OPD teknis dan penyedia jasa melalui Rapat Dengar Pendapat yang terbuka untuk umum, agar segera menindaklanjuti serta meminta keterangan terkait perusahaan-perusahaan yang bermasalah”. Ujarnya l.
Ia mengatakan sumber dana pengembalian Rp1,7 miliar tersebut, DPRD Sarolangun tegas dan tidak akan menutup mata, seluruh langkah DPRD dilakukan dalam rangka menjaga kepercayaan publik dan menegakkan fungsi pengawasan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. (bas).







